23 Juni 2009
SEMARANG-Juara dan runner-up pada Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (Pomda) Rayon 1 Jateng akan menjalani seleksi pada event yang sama tingkat Jawa Tengah, 6-8 Agustus 2009 di Semarang. Namun, seleksi hanya diberlakukan untuk cabang olahraga pencak silat, taekwondo, tenis meja, dan panjat tebing.
Hal itu diungkapkan Ketua Rayon 1 PTN-PTS Jateng, Iswoyo SPt MP, kemarin. ’’Empat cabang olahraga itu mengacu pada cabang yang akan dipertandingkan di pekan olahraga mahasiswa nasional (Pomnas) di Palembang, Oktober 2009,’’ kata PR III USM itu.
Menurutnya, dalam seleksi nanti, setiap cabang hanya akan diambil satu atlet yang akan mewakili Jateng. ’’Kami merevisi hasil secara keseluruhan Pomda, kemarin. Juara umum yang benar adalah Undip dengan meraih 11 emas, 5 perak, dan 5 perunggu. Sedangkan Unnes berada di urutan kedua dengan 10 emas, 9 perak, dan 10 perunggu. Untag 6 emas dan 2 perak. Ini data terbaru yang valid,’’ ungkapnya.
Bola Basket Pada cabang bola basket, katanya, tim putra dan putri Udinus meraih medali emas. Di final, tim putranya menundukkan Unnes dengan skor 64-55. Sedangkan tim putrinya unggul atas UKSW dengan skor 64-59.
Dalam cabang panjat tebing, Muhammad Ghofur (Unnes) keluar sebagai juara di nomor lead putra, disusul Martono (Unnes) dan A Nawawi (STIE NU Jepara). Sedangkan di bagian putri, juara di nomor lead diraih Ely dari Udinus. Posisi kedua dan tiga ditempati Puji Astuti (Polines) dan Widya Kurniawati (Unnes).
Dalam speed putra, tempat terhormat diraih Wahyu S (Polines), disusul Wartono (Unnes) dan Laode Jupri (Unimus). Di speed putri, Siti Kuntari (Unisbank) keluar sebagai juara, setelah kemarin mengungguli Eleonira dari Udinus.
sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/06/23/69243/Dua.Teratas.Pomda.Diseleksi.di.Pomprov
Mengaji Al-Qur'an dan Al-Hadist
Aku (Nabi) telah meninggalkan dikalangan kalian dua perkara, yang mana kalian tidak akan sesat (pasti benarnya) selama berpegang teguh kepada keduanya. Yaitu Kitabnya Allah (Al-Qur'an) dan sunnah nabiNya (Al-Hadist). (HR. Malik)
Jumat, 23 Juni 2023
"TOUR DE KOMODO" Dari Ban Gembos hingga Rantai Putus
Sabtu, 2 Juli 2011
Ban belakang gembos dua kali, rantai juga putus dua kali, dan pelek peyok lantaran ditabrak sepeda motor. Itulah pengalaman yang tak terlupakan bagi Wartono dan kawan-kawan menempuh perjalanan Tour ke Pulau Komodo, Flores Nusa Tehggara Timur (sekitar 2.000 km) dan kembali lagi bersepeda ke Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Hal itu dikisahkan kembali oleh Wartono, pemimpin rombongan Tour de Komodo sesampai di kampus Unnes, Jumat (1/7), setelah menempuh perjalanan jauh mengayuh sepeda start dari kampus Unnes 23 Juni lalu.
Tim Tour de Komodo terdiri atas Wartono, lulusan Jurusan Biologi FMIPA sebagai pemimpin rombongan, Rif’an Effendi (Akuntansi FE), Dewan Dwi Anggoro (Pendidikan Luar Sekolah FIP), dan Adji Prabowo (Seni Musik FBS).
Kedatangan mereka disambut Rektor Prof Sudijono Sastroatmodjo, para pembantu rektor, dekan, ketua lembanga, dan jajaran pimpinan di halaman Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).
“Di Sumbawa Besar, ketika salah satu anggota tim keluar dari gang, ditabrak sepeda motor sehingga peleknya peyok. Pada hari itu juga kami membawanya ke tukang setel pelek untuk diperbaiki dan alhamdulillah teratasi,” kata Wartono.
Dia juga mengatakan, setelah keluar dari kota Sumbawa Besar, jalan menuju Dompu rusak parah. “Aspalnya mengelupas, tinggal batu sehingga ban belakang saya bocor dua kali. Sementara di Flores, sepeda Rif’an rantainya putus dua kali lalu dibawa ke bengkel motor,” katanya.
“Selama perjalaman kami singgah di perguruan tinggi untuk menyebarkan virus-virus konservasi yang disambut baik, bahkan yang kami kunjungi menyatakan ingin mengadopsi konsep konservasi. Antara lain di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) disambut Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III), di Universitas Udayana disambut PR III dan komunitas sepeda Bali, di Universitas Mataram disambut rektornya yang ingin menjalin kerja sama dengan Unnes,” kata alumnus Biologi itu.
Watono mengemukakan, sesampai di Pulau Flores, rombongan berkunjung ke kantor bupat dani ditemui Wakil Bupati M Mokhdar dan jajarannya. “Beliau pernah berkunjung ke Unnes ketika sosialisasi UU Pramuka oleh Wapres Budiyono. Beliau terkesan pada Unnes sebagai kampus konservasi dan menyatakan ingin sekali Kabupaten Ende bisa bekerja sama dengan Unnes. Bahkan sebagai bentuk apresiasi, beliau memberikan tiket kapal untuk pulang dari Ende sampai Surabaya.”
Dia juga menceritakan, setelah tiba di Ende disambut polres dan diantar mengunjungi tempat perenungan Pancasila (Situs Sukun Cabang V), tempat pengasingan Bung Karno selama 4 tahun (1934-1938), dan Danau Kelimutu atau Danau Tiga Warna. “Menurut penduduk setempat, danau itu adalah tempat bersemayam arwah nenek moyang yang sudah meninggal.”
Terakhir mereka berkunjung ke Universitas Flores dan disambut PR III yang merasa terinpirasi atas kunjungan ke Pulau Komodo ini sehingga akan membuat program bersepeda untuk mengangkat pariwisata Flores..
Wartono menambahkan, kegiatan bersepeda jarak jauh ini akan diagendakan setiap tahun. Rencana tahun depan akan tour de Thailand dengan personel yang berbeda.
Sumber: http://unnes.ac.id/berita/ban-gembos-hingga-rantai-putus/
Ban belakang gembos dua kali, rantai juga putus dua kali, dan pelek peyok lantaran ditabrak sepeda motor. Itulah pengalaman yang tak terlupakan bagi Wartono dan kawan-kawan menempuh perjalanan Tour ke Pulau Komodo, Flores Nusa Tehggara Timur (sekitar 2.000 km) dan kembali lagi bersepeda ke Universitas Negeri Semarang (Unnes).
Hal itu dikisahkan kembali oleh Wartono, pemimpin rombongan Tour de Komodo sesampai di kampus Unnes, Jumat (1/7), setelah menempuh perjalanan jauh mengayuh sepeda start dari kampus Unnes 23 Juni lalu.
Tim Tour de Komodo terdiri atas Wartono, lulusan Jurusan Biologi FMIPA sebagai pemimpin rombongan, Rif’an Effendi (Akuntansi FE), Dewan Dwi Anggoro (Pendidikan Luar Sekolah FIP), dan Adji Prabowo (Seni Musik FBS).
Kedatangan mereka disambut Rektor Prof Sudijono Sastroatmodjo, para pembantu rektor, dekan, ketua lembanga, dan jajaran pimpinan di halaman Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP).
“Di Sumbawa Besar, ketika salah satu anggota tim keluar dari gang, ditabrak sepeda motor sehingga peleknya peyok. Pada hari itu juga kami membawanya ke tukang setel pelek untuk diperbaiki dan alhamdulillah teratasi,” kata Wartono.
Dia juga mengatakan, setelah keluar dari kota Sumbawa Besar, jalan menuju Dompu rusak parah. “Aspalnya mengelupas, tinggal batu sehingga ban belakang saya bocor dua kali. Sementara di Flores, sepeda Rif’an rantainya putus dua kali lalu dibawa ke bengkel motor,” katanya.
“Selama perjalaman kami singgah di perguruan tinggi untuk menyebarkan virus-virus konservasi yang disambut baik, bahkan yang kami kunjungi menyatakan ingin mengadopsi konsep konservasi. Antara lain di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) disambut Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III), di Universitas Udayana disambut PR III dan komunitas sepeda Bali, di Universitas Mataram disambut rektornya yang ingin menjalin kerja sama dengan Unnes,” kata alumnus Biologi itu.
Watono mengemukakan, sesampai di Pulau Flores, rombongan berkunjung ke kantor bupat dani ditemui Wakil Bupati M Mokhdar dan jajarannya. “Beliau pernah berkunjung ke Unnes ketika sosialisasi UU Pramuka oleh Wapres Budiyono. Beliau terkesan pada Unnes sebagai kampus konservasi dan menyatakan ingin sekali Kabupaten Ende bisa bekerja sama dengan Unnes. Bahkan sebagai bentuk apresiasi, beliau memberikan tiket kapal untuk pulang dari Ende sampai Surabaya.”
Dia juga menceritakan, setelah tiba di Ende disambut polres dan diantar mengunjungi tempat perenungan Pancasila (Situs Sukun Cabang V), tempat pengasingan Bung Karno selama 4 tahun (1934-1938), dan Danau Kelimutu atau Danau Tiga Warna. “Menurut penduduk setempat, danau itu adalah tempat bersemayam arwah nenek moyang yang sudah meninggal.”
Terakhir mereka berkunjung ke Universitas Flores dan disambut PR III yang merasa terinpirasi atas kunjungan ke Pulau Komodo ini sehingga akan membuat program bersepeda untuk mengangkat pariwisata Flores..
Wartono menambahkan, kegiatan bersepeda jarak jauh ini akan diagendakan setiap tahun. Rencana tahun depan akan tour de Thailand dengan personel yang berbeda.
Sumber: http://unnes.ac.id/berita/ban-gembos-hingga-rantai-putus/
Bersepeda ke Pulau Komodo, Alumni Promosi Universitas Konservasi
Senin, 23 Mei 2011
Empat alumnus Universitas Negeri Semarang (Unnes) memuai perjalanan dengan sepeda dari kampus Unnes menuju Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur. Mereka, yang akan mempromosikan visikonservasi itu dilepas Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) Prof Dr Masrukhi, di halaman Auditorium kampus Sekaran, Senin (23/5).
Mereka adalah Wartono, lulusan Jurusan Biologi FMIPA sebagai pemimpin rombongan, Rif’an Effendi (Akuntansi FE) sebagai operasional perjalanan), Dewan Dwi Anggoro (Pendidikan Luar Sekolah FIP) untuk urusa logistik dan peralatan, dan Adji Prabowo (Seni Musik FBS) yang didapuk sebagai seksi dokumentasi dan publikasi.
“Kegiatan bertema ‘Bike to Campus IKA Unnes Gowes Konservasi ke Pulau Komodo’ ini merupakan kegiatan yang mengangkat komitmen Unnes sebagai universitas konservasi,” kata Wartono.
Dia mengatakan, perjalanan menuju Pulau Komodo ini akan ditempuh selama 40 hari. “Start 23 Mei kami lewat pantura dan dibagi menjadi beberapa etape, yakni Semarang-Rembang (102 km), Rembang-Tuban, Tuban-Surabaya, Surabaya-Porbolinggo, Porbolinggo-Situbondo, Situbondo-Gilimanuk, Gilimanuk Tabanan, Padang Bai, Mataram, Selong, Sumbawa, Dompu, Pulau Komodo, Flores, dan kembali lagi bersepeda ke Unnes.”
Selama perjalanan, mereka akan menginformasikan ke berbagai pihak tentang Unnes konservasi melalui penanaman pohon dan ajakan untuk bersepeda. Untuk itu, mereka akan berkunjung ke Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), ITS, Universitas Udayana, Universitas Singaraja, Universitas Mataram, Universitas Nusa Cendana, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, alumni IKA Unnes di sepanjang etape yang dilalui,” kata Wartono.
Dr Masrukhi menyatakan atas nama pimpinan Unnes sangat apresiatif atas pelaksanaan tour bersepeda menuju tempat yang cukup jauh itu. “Kami berharap persiapkan dengan sebaik-baiknya kondisi fisik dan mental, karena sekalipun fisik kuat namun mental tidak kuat, mustahil perjalanan bisa terlaksana,” katanya.
“Munculkan jiwa berkelana kalian dalam menempuh perjalanan jangan cengeng, jangan meminta-minta tetapi lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat dimana kalian singgah dan berhenti,” kata Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan.
PR III juga mengatakan, “Di saat malam hari, carilah daerah di pedesaan untuk menginap. Saya sarankan di rumah lurah di desa itu sambil pada malam harinya mengadakan acara dengan karang taruna desa tersebut. Sehingga nanti kalian bisa mendapatkan kenangan manis dan juga kenangan pahit, ada gembira ada susah. Saya mohon jaga emosi kalian selama perjalanan sampai tujuan hingga kembali lagi sampai di Unnes dengan sebaik-baiknya.”
Sumber: http://unnes.ac.id/berita/ke-pulau-komodo-mereka-promosi-universitas-konservasi/
Empat alumnus Universitas Negeri Semarang (Unnes) memuai perjalanan dengan sepeda dari kampus Unnes menuju Pulau Komodo Nusa Tenggara Timur. Mereka, yang akan mempromosikan visikonservasi itu dilepas Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan (PR III) Prof Dr Masrukhi, di halaman Auditorium kampus Sekaran, Senin (23/5).
Mereka adalah Wartono, lulusan Jurusan Biologi FMIPA sebagai pemimpin rombongan, Rif’an Effendi (Akuntansi FE) sebagai operasional perjalanan), Dewan Dwi Anggoro (Pendidikan Luar Sekolah FIP) untuk urusa logistik dan peralatan, dan Adji Prabowo (Seni Musik FBS) yang didapuk sebagai seksi dokumentasi dan publikasi.
“Kegiatan bertema ‘Bike to Campus IKA Unnes Gowes Konservasi ke Pulau Komodo’ ini merupakan kegiatan yang mengangkat komitmen Unnes sebagai universitas konservasi,” kata Wartono.Dia mengatakan, perjalanan menuju Pulau Komodo ini akan ditempuh selama 40 hari. “Start 23 Mei kami lewat pantura dan dibagi menjadi beberapa etape, yakni Semarang-Rembang (102 km), Rembang-Tuban, Tuban-Surabaya, Surabaya-Porbolinggo, Porbolinggo-Situbondo, Situbondo-Gilimanuk, Gilimanuk Tabanan, Padang Bai, Mataram, Selong, Sumbawa, Dompu, Pulau Komodo, Flores, dan kembali lagi bersepeda ke Unnes.”
Selama perjalanan, mereka akan menginformasikan ke berbagai pihak tentang Unnes konservasi melalui penanaman pohon dan ajakan untuk bersepeda. Untuk itu, mereka akan berkunjung ke Universitas Airlangga Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), ITS, Universitas Udayana, Universitas Singaraja, Universitas Mataram, Universitas Nusa Cendana, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah, alumni IKA Unnes di sepanjang etape yang dilalui,” kata Wartono.
Dr Masrukhi menyatakan atas nama pimpinan Unnes sangat apresiatif atas pelaksanaan tour bersepeda menuju tempat yang cukup jauh itu. “Kami berharap persiapkan dengan sebaik-baiknya kondisi fisik dan mental, karena sekalipun fisik kuat namun mental tidak kuat, mustahil perjalanan bisa terlaksana,” katanya.
“Munculkan jiwa berkelana kalian dalam menempuh perjalanan jangan cengeng, jangan meminta-minta tetapi lakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat dimana kalian singgah dan berhenti,” kata Pembantu Rektor Bidang Kemahasiswaan.
PR III juga mengatakan, “Di saat malam hari, carilah daerah di pedesaan untuk menginap. Saya sarankan di rumah lurah di desa itu sambil pada malam harinya mengadakan acara dengan karang taruna desa tersebut. Sehingga nanti kalian bisa mendapatkan kenangan manis dan juga kenangan pahit, ada gembira ada susah. Saya mohon jaga emosi kalian selama perjalanan sampai tujuan hingga kembali lagi sampai di Unnes dengan sebaik-baiknya.”
Sumber: http://unnes.ac.id/berita/ke-pulau-komodo-mereka-promosi-universitas-konservasi/
Bersepeda hingga ke Pulau Komodo
Semarang Metro
24 Mei 2011
MENGKAMPANYEKAN lingkungan dapat dilakukan berbagai cara, bisa melalui penghijauan, menjaga kebersihan atau apapun. Namun cara yang dilakukan empat mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini sedikit berbeda dengan lainnya. Demi mengkampanyekan konservasi yang menjadi ciri khas kampusnya, mereka rela melakukan perjalanan beratus-ratus kilometer mengayuh sepeda menuju ke sebuah tempat yang menjadi nominasi New Seven Wonders of Nature yaitu Pulau Komodo.
Keempat mahasiswa itu, adalah Wartono sebagai ketua tim ekspedisi (Jurusan Biologi, FMIPA), Rifían Efendi bagian operasional perjalanan (Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi), Dewan Dwi Anggoro bagian logistik dan peralatan (Fakultas Ilmu Pendidikan), dan Aji Prabowo seksi dokumentasi dan publisitas (Jurusan Sendratasik Fakultas Bahasa Seni).
Mereka mengayuh sepeda dalam event yang disebut Bike To Campuss IKA Unnes Gowes Konservasi ke NTT. Salah satu peserta, Wartono memperkirakan, akan melakukan perjalanan dari Unnes ke Ende dan Pulau Komodo hingga kembali ke Unnes lagi butuh waktu sekitar 40 hari.
’’Target sampai di Pulau Komodo pada 10 Juni, dan jika lancar kami perkirakan akan kembali pada 3 Juli mendatang,” katanya saat pemberangkatan dari Kampus Unnes, Senin (23/5).
Napak Tilas
Tujuan kegiatan tersebut bukan sekedar promosi wisata dan konservasi namun juga untuk mengajak mahasiswa supaya kembali menggunakan sepeda saat ke kampus.
Sementara, tujuan lain adalah napak tilas ke Ende sebagai tempat pengasingan presiden pertama Sukarno sekaligus memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Rencananya, selain mampir ke berbagai kantor pemerintahan di kota dan propinsi yang dilewati, para bikers ini juga akan mampir di beberapa perguruan tinggi seperti Unair Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Udayana Bali, Universitas Mataram NTT, dan lain sebagainya.
Disana mereka juga akan melakukan penanaman bibit tanaman keras demi semangat menjaga bumi dari kerusakan.
Tak urung berbagai perlengkapan baik teknis maupun non teknis mereka persiapkan. Terlebih sebelumnya, mereka ini juga pernah mengikuti kegiatan touring gowes di berbagai even dan kota.
Pembantu Rektor III Unnes Dr Masrukhi saat melepas rombongan berpesan, agar mereka dapat menjaga sikap dan perilaku selama bersepeda. Sebab, selain membawa nama baik almamater, rombongan juga menempuh rute yang bersingungan dengan kendaraan lain.
’’Waspada dan berhati-hati selama di perjalanan adalah wajib hukumnya selain tentunya melaksanakan apa yang sudah ditargetkan dalam tujuan,’’ ungkapnya. (Anggun Puspita-52)
Sumber: http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/05/24/147482/Bersepeda-hingga-ke-Pulau-Komodo
Sabtu, 23 Juli 2011
Pedomannya Qur'an Hadist
Agama islam yang dijamin kebenarannya adalah agama Islam yang berpedoman pada Al-Qur'an dan Al-Hadist. Al-Qur'an adalah firman Alloh SWT dan Al-Hadist adalah sunnah Rosululloh SAW yang terdiri dari semua ucapan dan perbuatan Rosululloh SAW, semua pengakuan terhadap ucapan dan perbuatan para sahabat dan yang dicita-citakan Rosululloh SAW.
Di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist telah dimuat ketentuan-ketentuan, hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perintah-perintah, halal-harom, haq-batal, pahala-dosa dan surga-neraka. Maka umat Islam yang beribadah kepada Alloh yang berpedoman pada Al-Qur'an dan Al-Hadist dijamin pasti benarnya, pasti sahnya, pasti diterimanya dan pasti surganya. Berdasarkan dalil-dalil firman Alloh dan sabda Rosululloh SAW:
...وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ
Artinya: Dan sesungguhnya ini (Al-Qur'an) adalah jalanKu yang benar maka mengikutilah kalian pada Al-Qur'an (berpedoman pada Al-Qur'an). (QS. Al-An'am: 153)
Di dalam Al-Qur'an dan Al-Hadist telah dimuat ketentuan-ketentuan, hukum-hukum dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan perintah-perintah, halal-harom, haq-batal, pahala-dosa dan surga-neraka. Maka umat Islam yang beribadah kepada Alloh yang berpedoman pada Al-Qur'an dan Al-Hadist dijamin pasti benarnya, pasti sahnya, pasti diterimanya dan pasti surganya. Berdasarkan dalil-dalil firman Alloh dan sabda Rosululloh SAW:
...وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ
Artinya: Dan sesungguhnya ini (Al-Qur'an) adalah jalanKu yang benar maka mengikutilah kalian pada Al-Qur'an (berpedoman pada Al-Qur'an). (QS. Al-An'am: 153)
Langganan:
Postingan (Atom)